Rabu, 23 Januari 2013

Maulid Nabi Muhammad SAW


Hari ini merupakan Maulid Nabi besar Muhammad SAW, tepatnya tanggal 12 Rabiul Awal. Banyak perayaan yang bisa kita jumpai pada perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, bisa kita lihat di Solo dan Jogja ada yang namanya Sekatenan dan Gerebeg, di Kalimantan pun ada acara beayun mulud tepatnya di kabupaten Tapin Rantau Banua Halat, ini merupakan acara tahunan yang sudah rutin diadakan.
Maulid Nabi ini merupakan suatu kegiatan yang bisa mempererat tali silaturrahmi antar umat Islam dengan berkumpul bersama, mendengarkan tausiah tentang nabi, bershawlawat, mendengar puji-pujian yang sudah sepatutnya Beliau dapatkan, serta menikmati acara Maulid Nabi besar Muhammad SAW bersama-sama.
Tetapi banyak juga yang tidak sependapat dengan perayaan Maulid Nabi besar Muhammad SAW, mereka beralasan tidak adanya hadist yang menerangkan tentang maulid dan lebih parahnya lagi ada yang berpendapat bahwa siapa yang melaksakan maulid itu haram hukumnya.
Memang saya pun tidak menemukan hadist yang menjelaskan tentang Maulid Nabi, tapi apa salahnya jika kita memperingatinya, memperingati maulid nabi dengan tidak berlebihan karena dalam hadistnya, nabi pun tidak suka terlalu mengagungkan beliau “janganlah kalian berlebihan terhadapku sebagaimana orang nasrani berlebihan terhadap putra maryam, aku tidak lain hanyalah seorang hamba Allah, maka katakanlah: Hamba Allah dan Rasulnya.(HR. bukhari).
“Sesungguhnya semua amal itu harus disertai dengan niat (niat yang baik, ikhlas karena Allah), dan setiap amalan seseorang dinilai menurut niatnya.” (Riwayat Bukhari). Dengan niat yang baik Allah SWT pasti mengerti akan apa yang dimaksud umatnya. Tidak etis jika kita menyatakan itu haram apabila semua yang kita lakukan itu hal yang baik.
Maulid bisa menjadi jalan kita untuk berdakwah didalamnya, dengan mengadakan tausiah, salawatan dan hal-hal baik lainnya. mari kita pererat tali silaturrahmi dan berkumpul bersama melakukan hal baik. Tak ada salahnya jika kita melakukannya seperti pada surat almaidah ayat 87-88 “Hai orang-orang yang beriman: Janganlah kamu mengharamkan yang baik-baik (dari) apa yang Allah telah halalkan buat kamu, dan jangan kamu melampaui batas, kerana sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang suka melampaui batas. Dan makanlah sebahagian rezeki yang Allah berikan kepadamu dengan halal dan baik, dan takutlah kamu kepada Allah zat yang kamu beriman kepada-NYA.” (al-Maidah: 87-88).
saya hanya menyampaikan pendapat, yang menurut saya baik.

Jumat, 18 Januari 2013

Cara Membaca Pikiran Lewat Mata



Kenapa Mata dapat kita gunakan untuk membaca pikiran seseorang? Karena mata merupakan sesuatu hal yang dapat mewakili jalan pikiran atau kata hati kita. Orang bisa melihat isi hati seseorang bahkan hanya dengan melihat matanya (mungkin itu sebabnya seseorang yang sedang terkena suatu kasus atau tertangkap basah sedang melakukan sesuatu yang kurang baik, maka mereka akan cenderung berusaha menutupi matanya baik melalui kain, kerudung, topi atau kaca mata hitam). Melalui mata, kita bisa mengetahui apakah seseorang sedang sedih atau gembira, bersimpati atau bahkan membenci kita, bermaksud baik atau jahat pada kita. Artinya, mulut boleh berkata apa saja tetapi mata tidak bisa bohong.
Sebagai contoh jika dia berbohong pastilah dia akan berusaha menghindari berlama-lama menatap lawan bicaranya. Biasanya ia hanya mampu menatap Anda hanya maksimal selama dua pertiga lamanya waktu pertemuan. Sesekali ia pasti akan menunduk atau pandangannya berjalan kemana-mana,misalnya ke dinding, menatap tanah atau sepatu, buat menyembunyikan rahasia yang dimilikinya dari Anda. Artinya lagi, orang yang jujur pastilah tidak akan ragu-ragu menatap mata Anda dengan mantap.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai berbagai macam isyarat gerakan mata, dan setiap isyarat pastilah menyimpan maksud tertentu.
berikut Teknik Membaca Pikiran Melalui Mata:

Misteri Kedipan Mata
Membaca Pikiran Lewat Mata
Normalnya, manusia akan berkedip 8 – 15 kali per menit. Apabila frekewensi berkedip menjadi terlampau sering maka bisa dipastikan bahwa orang tersebut sedang dalam keadaan tertekan atau minimal gelisah. Orang yang sedang mengedipkan mata sebenarnya sedang berusaha untuk menjelaskan sesuatu, merasa malu terhadap sesuatu, atau sebagai respon akan suatu hal yang mereka dengar tetapi tidak mereka sukai. Artinya, jika Anda menemui lawan bicara seperti itu maka segeralah ganti topik pembicaraan atau buat lawan bicara Anda menjadi tertarik kembali. Orang yang sedang berbohong biasanya juga memperlihatkan pola kedipan mata yang lebih cepat.
Bagaimana dengan orang yang jarang berkedip ? Konon orang yang jarang berkedip biasanya merasa kedudukannya lebih tinggi daripada lawan bicaranya.Tetapi ada juga yang mengatakan orang yang jarang berkedip menunjukkan dia sedang berkonsentrasi terhadap sesuatu. Atau bahkan malah sedang tertarik dengan lawan bicaranya. Tentu saja dia sedang tertarik jika diikuti raut wajah yang ramah atau tersenyum pada Anda.

Mata Melihat Ke Kiri Atas
Membaca Pikiran Lewat Mata
Jika Anda sedang bertanya pada seseorang lalu terlihat matanya bergerak ke atas lalu melirik ke sebelah kiri, maka hal itu tanda dia sedang mengingat-ingat pengetahuan, pengalaman yang terkait dengan pertanyaan Anda. Arah pandangan ke kiri atas lebih terkait dengan penggunaan memori dalam otak, alias seseorang yang sedang mengingat  atau menyatakan fakta.

Mata Melihat ke Kanan Atas
Membaca Pikiran Lewat Mata
Jika Anda bertanya dan mata orang itu terlihat mengarah pada sisi kanan atas maka hal itu menandakan dia tidak siap dengan jawabannya. Atau sedang mencari-cari jawaban alias ngarang…!! Isyarat gerakan mata ke kanan atas ini dapat bermakna lamunan, pemalsuan atau berbohong. Walaupun demikian, bagian kanan atas sangat terkait dengan fungsi otak kanan, alias bagian otak kreatif dan imajinatif. Jadi tinggal tergantung pertanyaannya. Jika pertanyaan menyangkut sesuatu yang bersifat memecahkan persolan atau menggambarkan sesuatu maka mata kanan atas berarti dia sedang berproses kreatif. Tapi jika pertanyaannya terkait suatu kesaksian, maka dia sedang berbohong jika matanya mengarah ke bagian kanan atas.

Mata Melihat ke Kiri Bawah
Membaca Pikiran Lewat Mata
Isyarat gerakan mata ini dapat berarti dia sedang mengenang, mengingat atau mengambil fakta dari memori otaknya. Orang yang sedang melirik ke bawah lalu ke kiri menunjukkan adanya percakapan batin, artinya dia sedang berusaha mengambil sebuah keputusan penting. Hingga dia akan mencoba mengingat-ingat dari memorinya manfaat dan resiko jika dia mengambil keputusan itu.

Mata Melihat ke Kanan Bawah
Membaca Pikiran Lewat Mata
Gerakan ini merupakan isyarat kreatif namun bukanlah suatu rekayasa. Artinya, mata ke kanan bawah sangat terhubung dengan perasaan seseorang. Sebagai misal cobalah bertanya pada seseorang “Apa yang sedang Anda rasakan saat Anda jatuh cinta…?” Coba perhatikan matanya yang pelan-pelam akan bergerak ke bawah lalu ke kanan untuk mengingat-ingat perasaannya saat itu terjadi.

Mata ke Kiri lalu lurus ke depan
Mata yang lurus terkait dengan suara. Sehingga mata yang memandang ke kiri lalu lurus berarti dia sedang mencari bunyi dan suara yang pernah mereka dengan dari memorinya. Sebagai misal jika Anda menanyakan lagu favorit seseorang pasti matanya akan cenderung melihat ke kiri lalu lurus ke depan.

Mata ke Kanan lalu lurus ke depan
Mata yang ke kanan berarti dia sedang berfikir kreatif atau sedang tak dapat menjawab pertanyaan secara langsung. Sementara mata lurus berarti dia sedang menebak-nebak sebuah suara. Sebagai misal katakan pada mereka “Suara Anda merdu mirip Agnes Monika” maka perhatikan mata mereka yang akan bergerak lurus ke depan lalu ke kanan.



Jumat, 11 Januari 2013

Tata pemerintahan Reformasi Indonesia



REFORMASI politik "98 adalah pintu gerbang Indonesia menuju sejarah baru dalam dinamika politik nasional. Reformasi politik yang diharapkan dapat beriringan dengan reformasi birokrasi, fakta sosial menunjukan, reformasi birokrasi mengalami hambatan signifikan hingga kini, akibatnya masyarakat tidak dapat banyak memetik manfkat nyata dari reformasi politik 98. Sabagai bukti nyata atas situasi tersebut adalah buruknya pelayanan publik, misalnya; biaya yang harus dikeluarkan masyarakat secara illegal dalam pengurusan berbagai dokumen, seperti; pengurusan KTP, pembuatan SIM, perpanjang STNK, pengurusan IMB, sertifikat tanah, ijin usaha, tata kelola pengadaan barang dan jasa pemerintah (PBJ) yang banyak menimbulkan kerugian Negara, dan lain lain. 

Kemudian kasus kasus Korupsi tidak semakin surut, bahkan telah merambah pada segala lini, tidak hanya di kalangan Eksekutif tapi juga merambah juga wilayah Legislatif, yang seharusnya lembaga wakil rakyat tersebut menjadi mesin control terhadap jalannya tata kelola Pemerintahan yang baik (good govemance), kemudian lembaga penegak hukum juga tidak luput dari wabah "kanker korupsi", kongkalikong dan konspirasi untuk memenangkang atau melindungi oknum tertentu, sehingga banyak tuduhan mafia peradilan yang dialamatkan kepada aparat penegak hukum.

Dalam aspek politik dan hukum, reformasi birokrasi menjadi issue penting untuk mendapat kajian tersendiri, serta direalisasikan secara konsisten. Terlebih lagi, dikarenakan birokrasi pemerintah Indonesia telah memberikan sumbangsih yang sangat besar terhadap kondisi keterpurukan Bangsa Indonesia dalam krisis yang berkepanjangan. Birokrasi yang telah dibangun oleh pemerintah sebelum era reformasi telah membangun budaya birokrasi yang kental dengan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).
 

Namun demikian, pemerintahan pasca reformasi pun tidak menjamin keberlangsungan reformasi birokrasi dapat terealisasi dengan baik. Kurangnya komitmen pemerintah pasca reformasi terhadap reformasi birokrasi ini cenderung berbanding lurus dengan kurangnya komitmen pemerintah terhadap pemberantasan KKN yang sudah menjadi penyakit akut dalam birokrasi pemerintahan Indonesia selama ini.

Bila kita tilik sejarah ke belakang, buruknya mentalitas birokrasi kita saat ini, tidak terlepas dari warisan mentalitas, birokrasi Kolonial, yang berfungsi mengawasi dan mengontrol, serta menguasai masyarakat, bukan melaksanakan dan menjalankan pemerintahan dengan baik, dalam melayani dan melindungi masyarakat dari kesewenangan, ini fakta sosial, birokrasi lebih seperti pangreh praja dari pada pamong praja, lebih ingin dilayani dari pada melayani.

Mengutip, catatan guru besar ilmu politik Universitas Airlangga, Prof Dr Ramlan Surbakti, yang banyak mengomentari atas fenomena birokrasi di Indonesia, birokrat di Indonesia memiliki kewenangan besar, sehingga hampir semua lini kehidupan masyarakat ditangani birokrasi.
 

Kewenangan yang terlalu besar itu bahkan akhirnya menonjolkan peran birokrasi sebagai pembuat kebijakan ketimbang pelaksana kebijakan, lebih bersifat menguasai dari pada melayani masyarakat. Akhirnya, wajar saja jika kemudian birokrasi lebih dianggap sebagai sumber masalah atau beban masyarakat ketimbang sumber solusi bagi masalah yang dihadapi masyarakat.

Fenomena itu terjadi karena tradisi birokrasi yang dibentuk lebih sebagai alat penguasa untuk menguasai masyarakat dengan segala sumber dayanya. Dengan kata lain, birokrasi lebih bertindak sebagai pangreh praja daripada pamong praja. Bahkan kemudian terjadi politisasi birokrasi.
 

Pada rezim lalu, birokrasi menjadi alat mempertahankan kekuasaan. Era Pasca reformasi pun para pejabat politik yang kini menjabat dalam birokrasi pemerintah ingin melestarikan budaya tersebut dengan mengaburkan antara pejabat karier dengan non karier. Sikap mental seperti ini dapat membawa birokrasi pemerintahan Indonesia kembali kepada kondisi birokrasi pemerintahan pada masa lalu.

Dalam masyarakat Madani (civil society), masyarakat merupakan subjek hukum dalam ruang public (Negara), sehingga, ketika terjadi kontrak publik antara masyarakat dan Negara keduanya berada pada posisi sejajar (equal position). Dalam kondisi seperti ini, peran masyarakat cukup penting dalam mendorong untuk mengurangi dan mencegah terjadinya tindak pidana korupsi, kolusi dan nepotisme di lingkungan birokrasi, serta mendorong pelayanan public yang lebih baik.

Birokrasi Weberian

Sosiolog Jerman, Max Weber adalah salah satu sosiolog penting yang banyak melakukan riset soal birokrasi, menurutnya organisasi birokrasi ditandai dengan, berbagai aktivitas regular yang diperlukan untuk mencapai tujuan tujuan organisasi yang didistribusikan dengan suatu cara yang baku sebagai kewajiban kewajiban resmi, kemudian, organisasi kantor kantor mengikuti prinsip hierarki, yaitu setiap kantor yang lebih rendah berada di bawah kontrol dan pengawasan kantor yang lebih tinggi, selanjutanya, operasi operasi birokratis diselenggarakan melalui suatu sistem kaidah kaidah abstrak yang konsisten dan terdiri atas penerapan kaidah kaidah ini terhadap kasus kasus; spesifik, dan kemudian, pejabat yang ideal menjalankan kantornya berdasarkan impersonalitas, formalistic tanpa kebencian atau kegairahan, dan kerenanya tanpa antusiasme atau afeksi.
 

Birokrasi pemerintahan seringkali diartikan sebagai official kingdom atau kerajaan pejabat, yaitu suatu kerajaan yang raja rajanya adalah pejabat. Di dalamnya terdapat yurisdiksi dimana setiap pejabat memiliki official duties. Mereka bekeda pada tatanan hierarki dengan kompetensinya masing masing. Pola komunikasinya didasarkan pada dokumen tertulis.

Birokrasi Weberian, seperti pola dan system birokrasi saat ini kurang efektif diera modern, karena tuntutan dan partisipasi masyarakat yang cukup kuat, birokrasi yang ramping, efektif, efisien, professional, transparan, komunikatif, akuntabel dan memiliki visi pelayanan masyarakat yang baik serta bebas dari praktik praktik KKN yang sangat membebani masyarakat.

Birokrasi dan Politik

Hadirnya partai politik dalam sistem pemerintahan akan berpengaruh terhadap sistem birokrasi pemerintah. Susunan birokrasi pemerintah bukan hanya di isi oleh para birokrat karier tertapi juga pejabat politik.

Menurut teori liberal, bahwa birokrasi pemerintah menjalankan kebijakan kebijakan pemerintah yang mempunyai akses langsung dengan rakyat melalui mandat yang diperoleh dalam pemilihan umum. Dengan demikian birokrasi pemerintah itu bukan hanya di isi oleh para birokrat, melainkan ada bagian bagian tertentu yang diduduki oleh pejabat politik (Carino, 1994). Demikian pula sebaliknya bahwa di dalam birokrasi pemerintah itu bukan hanya dimiliki oleh pemimpin politik dari partai politik tertentu saja, melainkan ada juga pemimpin birokrasi karier profesional.

Ketika keinginan memasukkan pejabat politik dalam birokrasi pemerintah itu timbul, maka timbul pula suatu pertanyaan tentang hubungan keduanya. Pertanyaan ini harus dijernihkan dengan jawaban yang tepat. Hubungan antara pejabat politik (political leadership) dan birokrasi merupakan suatu hubungan yang konstan antara fungsi kontrol dan dominasi (Carino, 1994). Dalam hubungan seperti ini maka akan senantiasa timbul persoalan, siapa mengontrol siapa dan siapa pula yang menguasai, memimpin dan mendominasi siapa.
 

Persoalan ini sebenarnya merupakan persoalan klasik sebagai perwujudan dikotomi politik dan administrasi. persoalaannya kemudian timbul dua bentuk alternative solusi yang utama, yakni apakah birokrasi sebagai subordinasi dari politik (bureaucratic ascendancy) atau birokrasi sejajar dengan politik (bureaucratic sublation atau attempt at co equality with the executive   Carino, 1994).

Bentuk solusi executive ascendancy diturunkan dari suatu anggapan bahwa kepemimpinan pejabat politik itu didasarkan atas kepercayaannya bahwa supremasi mandat yang diperoleh oleh kepemimpinan politik itu didasarkan atas kepercayaan bahwa supremasi mandat yang diperoleh oleh kepemimpinan politik itu berasal dari Tuhan atau berasal dari rakyat atau berasal dari public interst. (The political leadership bases its daim to supremacy on the mandate of God or of the people, or on some nation of the public interest). Supremasi mandat ini dilegitimasikan melalui pemilihan, atau kekerasan, atau penerimaan secara de facto oleh rakyat. Dalam model sistem liberal, kontrol berjalan dari otoritas tertinggi rakyat melalui perwakilannya (political leadership) kepada birokrasi. Kekuasaan untuk melakuakan kontrol seperti ini yang diperoleh dari rakyat acapkali disebut sebagai overhead democracy (Redford, 1969).

Dominasi kepemimpinan pejabat politik atas birokrasi, menjadikan masalah baru, yaitu menjadikan mesin birokrasi menjadi sedemikian berat menjalankan fungsinya, birokrasi menghadapi kendala inefisiensi, profesionalitas dan tidak jarang menjadi "sapi perahan" para politisi, demi kepentingan sesaat, dengan mengorbankan kepentingan yang lebih besar.

Menuju Reformasi Birokrasi

Dalam kampanyenya, Presiden Susilo Bambang Yudoyono menekankan urgensi pemberantasan korupsi dan reformasi birokrasi. Kedua hal ini saling terkait erat, tidak mungkin dapat memberantas korupsi tanpa upaya reformasi birokrasi di internal pemerintahan. Restrukturisasi dan reposisi birokrasi Indonesia saat ini dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi perubahan sistem politik antara pemerintahan masa lalu dengan pemerintahan masa kini di era reformasi.

Pola birokrasi yang cenderung sentralistik, dan kurang peka terhadap perkembangan masyarakat, harus segera ditinggalkan, dan kemudian diarahkan menjadi birokrasi yang terbuka, transparan, akuntabel, professional dan mampu memberikan pelayanan public yang baik. Untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, maka reformasi birokrasi suatu keharusan.

Reformasi birokrasi dapat diartikan sebagai perubahan secara mendasar, baik mind set, maupun culture set penyelenggara negara dari mentalitas, yang bersifat mengawasi, mengontrol dan menguasai masyarakat (colonial paradigm), menjadikan penyelenggara Negara (birokrasi) yang pro kepada Good public service serta tata kelola pemerintahan yang dapat meminimalisir terjadinya tindakan KKN baik pada tingkat suprastruktur dan infrastruktur penyelenggara Negara, dan penegakan supremasi hukum.
 

Dalam kaitan itu, reformasi birokrasi perlu menyentuh hal hal yang menyangkut rekruitmen CPNS yang terbuka bagi masyarakat dan bebas dari manipulasi, perampingan birokrasi, promosi jabatan yang transparan dan Perbaikan kesejahteraan aparatu Negara, kemudian yang tidak kalah pentingnya adalah Undang undang yang menjadi payung hukum atas perbaikan tata laksana pemerintahan.

Rancangan Undang undang Administrasi Pemerintahan

Saat ini pemerintah Indonesia diwakili Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (MenPAN), mengajukan RUU Administrasi Pemerintahan sebagai standar baku atas perbaikan birokrasi di Indonesia, ini suatu terobosan penting yang perlu di dukung semua pihak, mengapa RUU ini penting? menurut Prof Dr Safii Nugraha, Guru Besar Hukum Tata Negara UI, RUU AP adalah Undang undang Dasarnya Reformasi birokrasi, karena itu bila RUU ini ditetapkan menjadi UU maka dapat merubah wajah birokrasi Indonesia secara fundamental.
 

Secara filosopis RUU ini menempatkan dan mempertegas masyarakat sebagai subjek hukum ketika berhadapan negara, Negara dalam hal ini diwakili oleh administrasi negara (birokrasi atau aparat Negara), dan UU ini akan menjadi dokumen public bagi hubungan keduanya (Rakyat dan Negara) sehingga masyarakat berada dalam posisi sejajar (equal position) dengan pejabat administrasi Negara, selain itu RUU ini memiliki semangat pencegahan korupsi dari hulu, sehingga berfungsi preventif dalam upaya pencegahan korupsi di tubuh birokrasi pemerintah.

Sedikit mengenai Asia Tenggara ._.




Asia Tenggara adalah sebuah kawasan di benua Asia bagian tenggara. Kawasan ini mencakup Indochina dan Semenanjung Malayaserta kepulauan di sekitarnya. Asia Tenggara berbatasan dengan Republik Rakyat Cina di sebelah utara, Samudra Pasifik di timur,Samudra Hindia di selatan, dan Samudra Hindia, Teluk Benggala, dan anak benua India di barat.
Asia Tenggara biasa dipilah dalam dua kelompok: Asia Tenggara Daratan (ATD) dan Asia Tenggara Maritim (ATM).
·         Negara-negara yang termasuk ke dalam ATD adalah
1.     http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/archive/8/83/20121115115838%21Flag_of_Cambodia.svg/22px-Flag_of_Cambodia.svg.png Kamboja
2.     http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/56/Flag_of_Laos.svg/22px-Flag_of_Laos.svg.png Laos
3.     http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/8c/Flag_of_Myanmar.svg/22px-Flag_of_Myanmar.svg.png Myanmar
4.     http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/a9/Flag_of_Thailand.svg/22px-Flag_of_Thailand.svg.png Thailand
5.     http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/21/Flag_of_Vietnam.svg/22px-Flag_of_Vietnam.svg.png Vietnam
·         Negara-negara yang termasuk ATM adalah
1.     http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/9c/Flag_of_Brunei.svg/22px-Flag_of_Brunei.svg.png Brunei
2.     http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/99/Flag_of_the_Philippines.svg/22px-Flag_of_the_Philippines.svg.png Filipina
3.     http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/9f/Flag_of_Indonesia.svg/22px-Flag_of_Indonesia.svg.png Indonesia
4.     http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/66/Flag_of_Malaysia.svg/22px-Flag_of_Malaysia.svg.png Malaysia
5.     http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/48/Flag_of_Singapore.svg/22px-Flag_of_Singapore.svg.png Singapura
6.     http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/26/Flag_of_East_Timor.svg/22px-Flag_of_East_Timor.svg.png Timor Leste
Malaysia, meskipun ada bagian yang tersambung ke benua Asia, biasa dimasukkan ke dalam ATM karena alasan budaya. Semua negara Asia Tenggara terhimpun ke dalam organisasi ASEAN.Timor Leste yang sebelumnya merupakan bagian dari Indonesia telah mengajukan diri menjadi anggota ASEAN walaupun oleh beberapa pihak, atas alasan politis, negara ini dimasukkan ke kawasan Pasifik.[1]
Secara geografis (dan juga secara historis) sebenarnya Taiwan dan pulau Hainan juga termasuk Asia Tenggara, sehingga diikutkan pula. Namun demikian, karena alasan politik Taiwan dan pulau Hainan lebih sering dimasukkan ke kawasan Asia Timur. Kepulauan Cocos dan Pulau Christmas, yang terletak di selatan Jawa, oleh beberapa pihak dimasukkan sebagai Asia Tenggara meskipun secara politik berada di bawah administrasi Australia. Sebaliknya, Pulau Papua dimasukkan sebagai Asia Tenggara secara politik meskipun secara geologi sudah tidak termasuk benua Asia.